Postingan

Tutur Katamu

By: Khoirul Taqwim Hujan rinai rintik-rintik Masih menghias alam sekitarnya Basah kuyub pohon-pohon terlihat jelas dikelopak mataku Sungguh membuat jiwaku terkenang akan kehadiran kerudungmu Hingga membuat jantungku tertegun sejenak Saat mengingat kehadiran kerudung indahmu Yang selalu menghias dimustakamu Hujan rinai rintik-rintik Masih membasahi bumi raya Sungguh hujan rinai rintik-rintik Membuat jiwaku merasa akan kehadiranmu Yang begitu lembut tutur katamu Sampai tutur katamu menyentuh kalbuku yang terdalam Hingga jiwaku terbayang akan budi pekertimu Penuh dengan keluhuran yang begitu sempurna kurasa Hujan rinai rintik-rintik Mengingatkanku akan kelembutan tutur katamu Yang penuh kesopanan dalam bahasamu Sungguh aku merasa tutur katamu Sebuah bentuk suri tauladan kesopanan yang sempurna Hingga tutur katamu Menyentuh kedasar kalbuku yang terdalam Kecantikan tutur katamu Membuat ketenteraman dalam kehidupan Laksana tanah lapang yang gersang Engkau bah a...

Kujemput Syahidku

By: Khoirul Taqwim Tanah lapang berkobar menjadi abu Kota-kota sudah rata dengan tanah Sementara desa-desa sudah hancur luluh lantak Sedangkan tempat bersembunyi telah tiada Saat itu aku mulai membulatkan tekad Demi firman dan sabda Saat terjadi angkara murka disuatu negeri Maka syahid kan kujemput Sebagai pengabdian jiwa pada Ilahi Tangisan bayi terdengar begitu kencang Tetesan darah membasahi tanah lapang Sementara anak-anak tak terhitung nyawa telah hilang Sungguh kepedihan telah melanda disuatu negeri Angkara murka telah menjadi-jadi Ketakutan sudah menjadi keseharian hidup Maka saat itu syahid kan kujemput Biar nyawa hilang dari jasadku Biar tubuh akan hancur seketika Namun demi firman dan sabda Resolusi jihad telah menyatu dalam jiwaku Kujemput syahidku Saat bumi bermandikan darah Saat air mata pecah tak terbendung di alam semesta Maka tatkala itu resolusi jihad Menjadi jalan kehidupan dalam menentang kedzaliman Dinegeri berbalut angkara murka Sungg...

Negeri Makmur Sentosa

By: Khoirul Taqwim Tanah lapang subur makmur Sawah ladang hijau menghampar Gunung-gunung indah mewarna Sungai-sungai mengalirkan air begitu jernih Sementara lautan samudra menyimpan kekayaan yang menakjubkan Sungguh gambaran negeri makmur sentosa Dipenuhi suka cita yang membahagiakan dicelah-celah jiwa Negeri makmur sentosa Masyarakatnya penuh suka cita Sandang pangan tercukupi Begitu juga papan tersediakan Disertai dengan keindahan lingkungan yang menggembirakan Sungguh negeri makmur sentosa Penuh dengan kebahagiaan jiwa terasa Negeri makmur sentosa Keadilan menyelimuti dipenjuru negeri Kejujuran menjadi nafas kehidupan Masyarakatnya saling menghargai dan menyayangi antar sesama Sungguh negeri makmur sentosa Penuh rahmat Ilahi Sehingga membahagiakan diseluruh kalbu terasa Karena negeri makmur sentosa Menjadi harapan setiap insan yang bernyawa Negeri makmur sentosa Tiada tindak kriminal Apalagi tindak menyelewengkan dana negara Karena negeri makmur sento...

Kala Langit Runtuh

By: Khoirul Taqwim Terdengar dentuman keras Menggelapar diangkasa berwarna hitam pekat Seluruh jiwa bertanya-tanya Ada apa dengan langitku? Apa mungkin langit telah runtuh? Karena dentuman suara keras Telah menghantam daun-daun telinga Sampai dentuman suara kerasnya Terdengar disepanjang jalan kehidupan Kala langit runtuh Bumi akan ikut merasakan kehancurannya Karena langit dan bumi Laksana dua sejoli yang selalu mengisi antar satu sama lainnya Sehingga bila langit runtuh Kemungkinan terburuknya Bumi juga akan ikut luluh lantak Bersama runtuhnya langit diangkasa Saat langit runtuh Dentuman suaranya Laksana jutaan halilintar menerjang bumi raya Hingga bumi ikut merasakan keruntuhan langit Karena langit sudah diambang kehancuran Berkepin-keping Sungguh luluh lantak bumi raya Saat langit runtuh diangkasa Tatkala langit runtuh Kehancurannya terasa sesak di dada Hingga bumi ikut luluh lantak Tak terkira kehancuran bumi raya kala itu Sementara insan manusia ...

Kerudung Hijau Muda

By: Khoirul Taqwim Taman dipagi hari Sejukkan udara alam semesta Menghias diseluruh naluri Penuh keindahan tertoreh dialam ragawi Membuat rasa jiwa tertuju pada nirwana Saat mengenal adinda Terungkap rasa jiwa Ingin mereguk kasih dalam naungan Ilahi Karena adinda bagai Bidadari turun dari mahliga surga Hingga seluruh kalbuku tertuju untukmu Kerudung hijau muda Ingatkan kecantikan wajah adinda Hingga buat iri alam sekitarnya Karena adinda adalah: anugerah terindah dalam jiwaku Hingga masuk dalam asmara ragaku Saat kerudung hijau muda Menyelimuti mustaka adinda Begitu rasa keagungan tertoreh untukmu Begitu juga rasa keindahan tertuju untukmu Karena adinda bagi jiwaku Ratu kecantikan dialam raya Sungguh aku mengingatmu Dalam perjalanan langkah nafas hidupku

Sang Maha Wenang

Dening: Khoirul Taqwim Bila bumi diguncang Akankah itu menjadi debu bertebaran? Bila bintang-bintang berjatuhan Akankah itu menjadi meteor salju diangkasa? Bila rembulan sudah hancur lebur Akankah itu menjadi pertanda kerusakan alam? Bila matahari sudah tak bersinar disiang hari Akankah itu pertanda kehidupan sudah hilang? Kalau langit sudah luluh lantak diawan-awan Akankah itu pertanda alam sudah tiada? Wahai Sang Maha Wenang Ketika Engkau berkehendak Tiada satupun yang mampu menghalangiMU Karena Engkau adalah: pemilik alam semesta Begitu juga takdir diseluruh jagad raya ada dikehendakMU Karena semua hanya hamba dalam genggamanMU Tiada daya dan upaya Kecuali Engkau menghendakiNYA Sang Maha Wenang Engkau adalah: sang maha suci Kupasrahkan segala hidupku kepadaMU Aku hanyalah wayang tak bisa berjalan Walau hanya setapak langkah Kecuali Engkau berkehendak atas itu Wahai Sang Maha Wenang Pertanda kerusakan alam Sudah Engkau perlihatkan Saat laut menjadi t...

Kelembutan Kalbumu

By: Khoirul Taqwim Subuh mulai tiba Wajah bintang-bintang mulai hilang diangkasa raya Namun kelembutan kalbumu masih hadir dibenakku Hingga diri terbawa dalam awan-awan yang dipenuhi warna bunga kecantikan Karena Adinda sosok kesempurnaan masa kini Bagi diri yang haus akan kelembutan kalbumu Adinda Pagi subuh ini Alam sekitarku masih diselimuti embun raya Hingga seluruh ragaku terasa sejuk tak terkira Karena embun pagi hari ini Begitu sejuk terasa masuk disetiap jengkal kalbuku Duhai Adinda Kelembutan kalbumu Begitu elok kurasa disetiap jengkal nafasku Hingga diri terbawa dalam asmara jiwa yang dipenuhi gairah-gairah keindahan Dari ujung kaki sampai ujung rambutku Terasa tersentuh oleh kelembutan kalbumu Karena Adinda adalah: jiwa kecantikan dalam detak jantungku Saat  diri bersama dalam teduhan Adinda Wahai Adinda Kelembutan kalbumu telah merasuki sukmaku yang terdalam Hingga jiwaku hanyut dalam peluh kasihmu Karena Adinda adalah: keajaiban yang kuras...