Postingan

Membangun Mahligai

By: Gus Wim Kala jodoh sudah sampai di ujung hati Jangan pernah di lepas Walau sang kumbang bertebaran Nampak perkasa terlihat di aura jiwa Karena sesungguhnya Itu hanya fatamorgana sementara Namun jodoh itulah sejati Dari segala resah, gelisah, bahagia Dalam naungan kesempurnaan mahligai Bersabar Tabah menghadapi segala keadaan Itulah kunci dari mempertahankan mahligai keluarga Membangun mahligai Laksana membangun istana bahtera di lautan Kalau ada yang berlubang Segera di sulam Supaya bahtera tidak tenggelam di lautan lepas Membangun mahligai Tidak hanya sebatas kepercayaan Namun lebih jauh harus bisa memupuk Supaya berkembang dengan aura keharmonisan Walau terkadang hujan tak bersahabat Tetapi tetap sedia payung Sebelum hujan benar-benar menjadi air mata tanpa jeda Membangun mahligai Selalu ingat pada Sang Maha Kuasa Karena sesungguhNYA Kebahagiaan, kesedihan itu hanya sementara Namun jodoh adalah kehidupan sejati Sampai di ujung kehidupan di dunia...

Membaca Puisimu

By: Gus Wim Saat  ku duduk Di sepanjang pinggir sungai waktu itu Kubuka lembaran kertas terserak bersama buku harianku Ada secercah kertas bertuliskan atas namamu Detak hati mulai merekam sebuah kata Bait puisi yang engkau tulis Lewat kertas putih dengan tinta hitam Mulai kuraba dari kata perkata Tentang raga yang dahaga akan rindu sebuah manja Tentang Sahabat yang dahaga akan sebuah pertemuan Engkau mulai bicara lewat puisimu Bila engkau rindu bunga mekar di depan kampus Engkau rindu tentang persahabatan tanpa sekat keadaan Sungguh aku mengenal puisimu Begitu kuat melukiskan sebuah kata Sampai aku hanyut dalam rengkuhan sebuah bahasamu Kubaca puisimu Ku mulai merekam sebuah rasa makna Tentang kerinduan persahabatan Tentang ribuan hari yang tertulis sebuah keadaan Sungguh aku larut dalam alunan bahasamu Penuh dengan intonasi kuat sebuah hati Sampai tak terasa air mata Mulai berkaca-kaca Saat kau tulis puisi Tentang rembulan yang tak pernah bertemu denga...

Jangan Bermain Hati

By: Gus Wim Matahari masih terbit dari timur Matahati masih tenggelam di ujung barat Rembulan masih terang di sepanjang malam Kaki masih berpijak di bumi Nusantara Beratapkan langit biru Sebiru hati saat bahagia Namun hati cepat berubah Tidak seperti rembulan dan matahari Tetap sama dalam naungan rotasi alam Hati memang berbeda Dapat berubah dengan cepat Kadang luka dan kadang lebih menderita Abaikan saja semua itu Karena itu hanya sementara Tak ada yang abadi Semua berotasi dengan keadaan Penuh dengan fatamorgana perubahan Jangan bermain hati Karena hati itu laksana air Dingin tapi bisa menghujam lebih dahsyat di banding ribuan pisau Jangan bermain hati Apalagi mempermainkan hati seseorang yang mencintaimu Karena sesungguhnya Itu kebodohan terbesar sepanjang nafasmu Kabut dingin Masih menyilimuti malam gulita Mengais sisa-sisa penampakan alam Sementara hati tetap mengharap Keadaan yang tak menentu Anggap saja itu hiasan hidup Berjalan bersama naluri...

Mengenang Bunda Pada Malam Takbir di Tengah Pandemi

By: Gus Wim Malam takbir menggema seantera Hari kemenangan telah tiba Suasana begitu berbeda Saat Bunda masih bernafas dua tahun silam Rasa hati pada malam ini Untuk terus selalu berusaha mengagungkan Asma Ilahi Dia begitu penyayang Pada hamba yang beriman Dia Maha hidup Dia maha segala kuasa Pada malam takbir di tengah pandemi Terasa berbeda rasa lebaran tahun ini Di banding lebaran dua tahun silam Karena Covid membuat beda keadaan Semua terasa asing Tetapi semua harus di jalani dengan keikhlasan Penuh kesabaran kemanusiaan Waktu dua tahun silam Pada waktu lebaran Oncor-oncor di nyalakan Dari desa hingga pojok-pojok kota Begitu istimewa penuh warna di sepanjang jalan Namun pada malam takbir di masa pandemi ini Terasa hatiku ada yang hilang Iya! Aku teringat Bunda tercinta Saat menjelang malam takbir datang Beliau Bunda selalu sibuk mempersiapkan diri Untuk esok lusa dalam menyambut hari yang fitri Nampak jelas ingatanku Saat Bunda mulai memasak air re...

KEIKHLASAN DI MASA PANDEMI

By: Gus Wim Ya! Allah Bila aku harus pergi Meninggalkan semesta Saat badai pandemi Menghantam sendi-sendi kehidupan Aku ikhlas bila itu harus terjadi Ya! Allah Setiap detak nafasku Setiap detak jantungku Setiap denyut nadiku Itu semua adalah: milikMu Bila itu semua Engkau ambil detik ini juga Aku ikhlas sebagai bentuk pengabdian kepadaMu Ya! Allah Pandemi Covid ini Sudah meluluhlantakkan normatif kehidupan Semua terasa beda Tapi aku tetap percaya akan karuniaMu Ya! Allah Udara hari ini Sudah terasa merasuki sejengkal rasa kematian Begitu menyengat aroma ketiadaan Nyawa sudah mulai lahan perlahan pisah dengan raga Akankah detik ini Aku harus menutup mata selamanya Semua kupasrahkan kepadaMu Pemilik segala hidup dan matiku Ya! Allah Jemputlah nyawa ini Bila sang Malaikat pencabut nyawa Sudah menulis taqdirKu Atas nama kebesaranMu Aku ikhlas melepas jasad Bila taqdir sudah menjemputku Detik ini juga Detik ini juga Detik ini juga

Mengulas Akrobatik Trump Menentang Lockdown Dalam Relevansi Kisah Nabi Ayyub Pada Masa Pandemi

By: Gus Wim Akrobatik President Amerika Serikat Trump dalam menolak Lockdown membuat mata dunia tertuju dengan pertanyaan sederhana, Ada apa Trump mengambil sikap tersebut? Karena Trump mempunyai dasar bahwa nanti mau tak mau semua manusia pasti terpapar covid, hanya tinggal menunggu waktu. Bagi yang sudah terpapar dan sembuh dia mempunyai imun lebih kuat di banding yang belum pernah terpapar Covid. Sedangkan yang belum pernah terpapar Covid sangat berbahaya bila covid lebih dahulu bermutasi di banding manusia bermutasi terlebih dahulu. Inilah yang digunakan teori Trump tidak ada lockdown. Karena biar warganya mempunyai imun alami dari Covid itu sendiri. Maka saat ini kita dapat melihat warga Amerika sudah mencapai jutaan yang terpapar Covid, berarti kedepannya dia lebih siap menghadapi Covid, seperti warga China warganya yang sudah siap terlebih dahulu di banding warga yang belum pernah terpapar Covid. Kalau kita menengok kebelakang tentang kisah pandemi di zaman Nabi Ayyub pa...

Buku Geguritan Gaib

Gambar
Geguritan Gaib by  Khoirul Taqwim 0 Colour Pages & 216 B/W Pages Kategori:  Kumpulan Puisi Harga: Rp 64000 Buku Geguritan Gaib nyaosaken pangertosan gaib mboten lukar masalah Gusti Pengeran, Malaikat, Gandrung, Lelembat ugi Iblis, rangkaian bahasa gaib paningalan saking firman ugi sabda, juru serat filsafat, sastra, psikologi ugi elmi bentenipun, mboten tuntas mangsul punika sedaya. Kehadiran buku Geguritan Gaib merupakan sebuah karya yang menakjubkan dalam menggapai sebuah jiwa yang terus menerus menghadirkan tentang berbagai permasalahan kehidupan, baik melalui bisikan jiwa maupun melalui realitas di lapangan. Sehingga dalam pembahasan buku Geguritan Gaib menghadirkan sebuah pembahasan yang unik dan penuh dengan kedahsyatan melalui nalar jiwa maupun nalar logika. Maka untuk itulah buku Geguritan Gaib hadir di tengah-tengah permasalahan kehidupan yang penuh kegelisahan maupun yang penuh kebahagiaan umat manuia. Buku Geguritan Gaib merupaka...